Penulis: Dr. Zulham Afandi, S.Pd.I., M.Pd.I.
Editor: Lufaefi
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 88 hal
Harga: 450.000
Pre Order: 28 Februari 2026
HP: 08977854425
SINOPSIS:
Buku ini hadir sebagai jawaban atas satu problem klasik dalam pembelajaran bahasa Arab: belajar lama, hafal banyak kaidah, tapi tetap gagap saat harus berbicara. Buku ini berangkat dari satu pertanyaan skeptis namun jujur: mengapa pembelajar yang memahami nahwu–sharaf dengan baik justru sering kalah percaya diri dibanding mereka yang belajar secara praktis?
Metode Nazariyat Wahdah (teori kesatuan) yang ditawarkan dalam buku ini menolak pendekatan parsial dan terfragmentasi. Bahasa tidak dipahami sebagai kumpulan kaidah terpisah, melainkan sebagai satu sistem utuh yang hidup dalam konteks komunikasi. Karena itu, pembelajaran difokuskan pada integrasi kosakata, struktur kalimat, makna, dan konteks sosial dalam satu kesatuan praktik berbahasa. Teori ini berpijak pada prinsip linguistik modern sekaligus selaras dengan tradisi pedagogi bahasa Arab klasik.
Secara metodologis, buku ini mengajak pembaca berpikir ke depan: belajar bahasa Arab bukan untuk lulus ujian, tetapi untuk berfungsi dalam kehidupan nyata. Setiap materi disusun berbasis situasi komunikatif sehari-hari, mulai dari percakapan sederhana hingga ekspresi ide yang lebih kompleks, dengan latihan-latihan terstruktur yang mendorong keberanian berbicara sejak tahap awal. Kaidah bahasa tidak dihilangkan, tetapi diperkenalkan secara fungsional—hadir ketika dibutuhkan, bukan sebagai beban hafalan.
Keunggulan buku ini terletak pada pendekatannya yang praktis, sistematis, dan aplikatif. Pembaca tidak hanya diajak memahami “apa” dan “bagaimana”, tetapi juga “mengapa” metode ini efektif. Dengan gaya penjelasan yang ringan namun ilmiah, buku ini cocok digunakan oleh pelajar, mahasiswa, santri, guru bahasa Arab, hingga siapa pun yang ingin menguasai keterampilan berbicara bahasa Arab secara cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, buku ini bukan sekadar buku ajar, melainkan peta jalan untuk keluar dari jebakan belajar bahasa Arab yang pasif. Buku ini menegaskan satu pesan penting: berbicara bahasa Arab bukan bakat, melainkan keterampilan yang bisa dilatih—asal metodenya tepat.

