Penulis: Iik Irawan, M.Ag.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 125 hal
Harga: 65.000
Pre Order: 28 Agustus 2026
HP: 08977854425
Sinopsis
Mengapa Al-Qur’an lebih sering menggunakan kata kerja yang bermakna “berpikir” daripada menyebut “akal” sebagai sebuah benda? Apa makna di balik istilah-istilah seperti ‘aqala, tafakkur, tadabbur, tafaqquh, nazara, dan ulul albab? Apakah semuanya memiliki arti yang sama, atau justru menggambarkan tahapan berpikir yang berbeda?
Buku Akal dalam Al-Qur’an: Semantik tentang Konsep Berpikir mengajak pembaca menelusuri konsep berpikir dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik, yaitu pendekatan yang mengkaji makna kata dalam jaringan konseptual Al-Qur’an. Dengan pendekatan ini, pembaca tidak hanya memahami arti leksikal setiap istilah, tetapi juga dapat menangkap pandangan dunia (worldview) Al-Qur’an tentang hakikat akal, proses berpikir, dan hubungan manusia dengan ilmu, wahyu, serta realitas kehidupan.
Buku ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang berpikir bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan proses yang melibatkan akal, hati, pengalaman, dan tanggung jawab moral. Berpikir merupakan jalan untuk mengenal Allah, memahami alam semesta, membangun ilmu pengetahuan, sekaligus membentuk karakter manusia yang bijaksana. Karena itu, Al-Qur’an tidak hanya mendorong manusia berpikir secara kritis, tetapi juga reflektif, rasional, holistik, dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan.
Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan kecerdasan buatan, serta maraknya disinformasi dan hoaks, konsep berpikir yang diajarkan Al-Qur’an menjadi semakin relevan. Buku ini menawarkan perspektif bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan kematangan moral dan spiritual. Akal tidak boleh dipisahkan dari wahyu, sebagaimana wahyu juga tidak menafikan peran akal. Keduanya saling melengkapi dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkeilmuan, dan berkeadaban.
Ditulis dengan bahasa yang sistematis, akademis, namun tetap mudah dipahami, buku ini menjadi bacaan yang penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, guru, pemerhati studi Al-Qur’an, serta masyarakat umum yang ingin memahami konsep akal dan berpikir dalam perspektif Al-Qur’an secara lebih mendalam. Melalui kajian semantik, buku ini menghadirkan cara pandang yang utuh tentang bagaimana Al-Qur’an membentuk budaya berpikir yang tidak hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga melahirkan kebijaksanaan, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan.

