Penulis: Dr. H. Zainul hakim, S.Ag., M.Pd.I.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 172 hal
Harga: 60.000
Pre Order: 28 Agustus 2026
HP: 08977854425
Sinopsis:
Di era digital, manusia semakin mudah terhubung, tetapi tidak selalu semakin dekat. Media sosial, pesan instan, gim, dan berbagai platform digital menawarkan kemudahan komunikasi sekaligus menghadirkan persoalan baru: perhatian yang terpecah, kecanduan gawai, berkurangnya interaksi tatap muka, hingga melemahnya kemampuan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Di tengah derasnya arus informasi, muncul pertanyaan penting: apakah semakin terkoneksi secara digital berarti semakin cerdas dalam berhubungan dengan sesama?
Buku Detoks Digital dalam Perspektif Al-Qur’an: Strategi Membangun Kecerdasan Interpersonal di Era Digital hadir untuk menjawab persoalan tersebut melalui perspektif Al-Qur’an. Detoks digital dalam buku ini tidak dipahami sebagai upaya meninggalkan teknologi secara total, melainkan sebagai proses membangun kembali hubungan yang sehat, sadar, dan proporsional dengan dunia digital. Teknologi tetap digunakan, tetapi manusia tidak lagi dikendalikan olehnya.
Dengan menggali nilai-nilai Al-Qur’an tentang pengendalian diri, perhatian, komunikasi, empati, persaudaraan, penghormatan terhadap sesama, serta pentingnya menjaga kualitas hubungan sosial, buku ini mempertemukan pesan-pesan Qur’ani dengan realitas kehidupan digital kontemporer. Al-Qur’an tidak sekadar ditempatkan sebagai sumber nasihat moral, tetapi sebagai landasan reflektif untuk membangun pola hidup digital yang lebih manusiawi.
Pembahasan diarahkan pada satu persoalan utama: bagaimana mengurangi dominasi kehidupan digital tanpa harus memusuhi teknologi, sekaligus meningkatkan kecerdasan interpersonal dalam kehidupan nyata? Dari sini, detoks digital diposisikan bukan sekadar mengurangi waktu menatap layar, tetapi sebagai upaya mengembalikan perhatian kepada manusia, keluarga, komunitas, dan lingkungan sosial.
Buku ini menawarkan strategi praktis sekaligus reflektif untuk mengelola penggunaan teknologi, membangun kesadaran diri, memperkuat empati, meningkatkan kualitas komunikasi, menghidupkan kembali interaksi tatap muka, serta menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan sosial. Dengan pendekatan tersebut, pembaca diajak memahami bahwa problem utama era digital bukan semata-mata keberadaan teknologi, melainkan ketika teknologi mulai mengambil alih perhatian, relasi, dan kendali atas kehidupan manusia.
Pada akhirnya, Detoks Digital dalam Perspektif Al-Qur’an mengajak pembaca untuk tidak sekadar bertanya, “Berapa lama saya menggunakan gawai?”, tetapi pertanyaan yang lebih mendasar: “Setelah begitu lama terhubung dengan dunia digital, apakah saya masih mampu benar-benar hadir bagi orang-orang di sekitar saya?”
Buku ini relevan bagi mahasiswa, pendidik, orang tua, praktisi pendidikan, aktivis sosial, pemerhati perkembangan generasi digital, maupun siapa saja yang ingin membangun kehidupan yang lebih seimbang, sehat, dan bermakna di tengah derasnya transformasi teknologi.

