Abdifama – Dewan Pimpinan Pusat Astagatra RI menjajaki kerja sama dengan Uzbekistan untuk mengembangkan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi. Penjajakan dilakukan melalui pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta.
Ketua Umum Astagatra RI Rizky Sembada memimpin kunjungan tersebut bersama Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Muhammad Anwar dan sejumlah pengurus DPP. Rombongan diterima Duta Besar Uzbekistan beserta konsul yang membidangi pariwisata dan investasi.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas sejumlah peluang kolaborasi, termasuk pengembangan paket perjalanan umrah plus Uzbekistan dengan dukungan penerbangan berbiaya terjangkau. Kedua pihak juga mendiskusikan potensi perdagangan komoditas melalui kegiatan ekspor dan impor.
Dalam bidang pariwisata, Astagatra RI menawarkan peluang promosi silang untuk memperkenalkan destinasi wisata kedua negara. Organisasi tersebut menyatakan kesiapannya membantu mempromosikan Uzbekistan kepada masyarakat Indonesia serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan agen perjalanan Uzbekistan untuk memperkenalkan destinasi Indonesia.
Ketua Umum Astagatra RI Rizky Sembada mengatakan, hasil penjajakan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rencana kunjungan delegasi ke Uzbekistan. Kunjungan itu direncanakan untuk mengamati secara langsung potensi bisnis dan investasi yang dapat dikembangkan.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan dalam rangka membantu program pemerintah dalam mendapatkan devisa negara melalui pariwisata, serta membantu para anggota Astagatra RI dalam pengembangan usaha dan penguatan ekonomi keumatan,” ujar Rizky.
Ia menegaskan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Uzbekistan diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret, terutama dengan pengusaha dan pelaku industri pariwisata di negara tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Astagatra RI Bidang Hukum Muhammad Anwar mengajak pengusaha pariwisata serta penyelenggara perjalanan haji dan umrah di Indonesia untuk bergabung dengan organisasi tersebut.
Menurut Anwar, Astagatra RI menjadi wadah bagi pelaku usaha dalam ekosistem haji, umrah, dan pariwisata halal. Organisasi itu juga berupaya menjalin kolaborasi dengan kementerian terkait untuk mendukung pengembangan usaha dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pengusaha ekosistem pariwisata dan penyelenggara travel haji umrah di Republik Indonesia untuk tidak ragu-ragu bergabung bersama Astagatra RI,” kata Anwar.
Melalui penjajakan ini, Astagatra RI berharap terbuka peluang kerja sama yang dapat memperluas promosi wisata, mendorong aktivitas perdagangan dan investasi, serta berkontribusi terhadap peningkatan devisa Indonesia dari sektor pariwisata.

