Penulis: Dr. Parhan, M.Pd.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 209 hal
Harga: 80.000
Pre Order: 25 Agustus 2026
HP: 08977854425
SINOPSIS
Di tengah derasnya arus modernitas, manusia semakin mudah terhubung dengan dunia, tetapi tidak selalu semakin dekat dengan dirinya sendiri. Tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, banjir informasi, budaya digital, dan derasnya media sosial sering kali menghadirkan kecemasan, kemarahan, kekecewaan, iri hati, bahkan kekosongan batin. Kita hidup dalam zaman yang serba cepat, tetapi tidak selalu memiliki ruang yang cukup untuk berhenti, merenung, dan memahami gejolak emosi dalam diri.
Buku Neo-Sufisme Qur’ani: Seni Mengelola Emosi di Era Modern hadir sebagai ikhtiar untuk menghadirkan kembali dimensi spiritual Al-Qur’an dalam kehidupan manusia modern. Neo-sufisme dalam buku ini tidak dipahami sebagai ajaran untuk menjauh dari realitas kehidupan, melainkan sebagai jalan untuk menghadirkan kesadaran spiritual di tengah dunia yang terus bergerak. Spiritualitas tidak berhenti pada kesalehan individual, tetapi menjadi energi untuk membangun ketenangan batin, kematangan emosi, keteguhan moral, dan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Melalui perspektif Al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa emosi bukanlah sesuatu yang harus dimusuhi, melainkan realitas manusiawi yang perlu dikenali, diarahkan, dan dikelola. Marah tidak harus berujung pada kebencian. Sedih tidak harus berubah menjadi keputusasaan. Kecewa tidak harus melahirkan dendam. Takut tidak harus menghilangkan keberanian. Bahkan rasa cinta dan bahagia pun perlu ditempatkan dalam keseimbangan agar tidak berubah menjadi keterikatan yang berlebihan.
Dengan memadukan nilai-nilai Qur’ani dan refleksi sufistik, buku ini menawarkan sebuah seni mengelola emosi melalui proses penyucian jiwa, kesadaran diri, kesabaran, keikhlasan, tawakal, syukur, pengendalian hawa nafsu, serta kemampuan untuk memaknai setiap pengalaman hidup secara lebih mendalam. Pembaca diajak untuk tidak sekadar bertanya, “Mengapa saya merasakan emosi ini?”, tetapi juga, “Apa yang ingin Allah ajarkan melalui pengalaman ini?”
Buku ini menjadi relevan bagi siapa saja yang sedang mencari jalan untuk menemukan ketenangan di tengah kebisingan zaman. Ia bukan sekadar bacaan tentang tasawuf atau pengelolaan emosi, tetapi sebuah ajakan untuk melakukan perjalanan ke dalam diri—menata hati, menjernihkan pikiran, dan menghadirkan Al-Qur’an sebagai sumber orientasi dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.
Pada akhirnya, Neo-Sufisme Qur’ani mengajak kita menyadari bahwa kedamaian sejati bukanlah hidup tanpa masalah dan tanpa emosi, melainkan kemampuan untuk tetap memiliki hati yang jernih ketika menghadapi masalah, tetap tenang ketika dunia terasa bising, dan tetap terhubung dengan Allah ketika kehidupan membawa kita pada titik-titik paling sulit.
Sebab, mengelola emosi bukan hanya tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih tenang, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih sadar, lebih matang, dan lebih dekat kepada Allah.

