Penulis: Setyo Kurniawan, Muhtolib, Khafifuddin, Lufaefi, Waesul Kurni, Mahmurudin, Lukita Fahriana, Siti Maryam, Hasan Al Idrus, Siti Kafidhoh, Laela Fitriyani, Umar Fauzi.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 303 hal
Harga: 120.000
Pre Order: 28 Agustus 2026
HP: 08977854425
Sinopsis:
Al-Qur’an tidak pernah kehilangan relevansinya, tetapi cara manusia berinteraksi dengannya terus berubah. Di tengah perkembangan teknologi digital, ayat-ayat Al-Qur’an tidak lagi hanya dibaca melalui mushaf dan kitab tafsir, tetapi juga hadir dalam bentuk aplikasi, video, podcast, infografis, media sosial, hingga berbagai platform digital yang memungkinkan pesan Al-Qur’an diakses kapan saja dan di mana saja. Perubahan ini menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan baru dalam memahami, menyebarkan, dan mengembangkan khazanah tafsir Al-Qur’an.
Buku ajar Multimedia Al-Qur’an: Khazanah Tafsir di Era Digital hadir untuk mempertemukan studi Al-Qur’an dan tafsir dengan perkembangan teknologi multimedia. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa multimedia bukan sekadar perangkat penyampai informasi, melainkan ruang baru bagi pengembangan literasi Al-Qur’an, pembelajaran tafsir, serta penyebaran nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat yang semakin akrab dengan budaya digital.
Pembahasan dalam buku ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari konsep multimedia Al-Qur’an, perkembangan media digital dalam studi Al-Qur’an dan tafsir, pemanfaatan audio-visual dalam pembelajaran, aplikasi dan platform digital Al-Qur’an, hingga strategi menghadirkan pesan-pesan Al-Qur’an melalui konten yang komunikatif, kreatif, dan sesuai dengan karakter generasi digital. Buku ini juga memberikan perhatian pada persoalan otoritas keilmuan, validitas sumber, literasi digital, serta tantangan memahami tafsir di tengah derasnya arus informasi keagamaan di internet.
Dengan pendekatan akademik sekaligus praktis, buku ini tidak hanya membahas teknologi sebagai alat, tetapi juga mempertanyakan bagaimana teknologi mengubah cara manusia membaca, memahami, dan mengomunikasikan Al-Qur’an. Di sinilah pentingnya menghadirkan tradisi keilmuan tafsir ke dalam ekosistem digital tanpa kehilangan prinsip-prinsip ilmiah dan otoritas keislaman.
Ditulis secara kolaboratif oleh para akademisi dan pemerhati studi Al-Qur’an, buku ini dirancang sebagai bahan ajar sekaligus referensi bagi mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pendidikan Agama Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta bidang lain yang bersinggungan dengan studi keislaman dan teknologi digital. Buku ini juga relevan bagi guru, dosen, peneliti, dai, kreator konten Islami, dan siapa saja yang ingin memahami masa depan kajian Al-Qur’an di tengah transformasi digital.
Pada akhirnya, Multimedia Al-Qur’an: Khazanah Tafsir di Era Digital menawarkan satu gagasan penting: digitalisasi tidak seharusnya membuat Al-Qur’an semakin dangkal, tetapi justru dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kedalaman pesan Al-Qur’an melalui medium yang dekat dengan kehidupan manusia masa kini. Teknologi boleh berubah, medium boleh berganti, tetapi upaya memahami dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an harus terus berkembang.

