Penulis: Kamilah, S.S.I., M.A.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 157 hal
Harga: 70.000
Pre Order: 15 Juli 2026
HP: 08977854425
Sinopsis
Kota Kufah selama ini sering hadir dalam sejarah hadis sebagai ruang yang kompleks: pusat intelektual Islam awal, tetapi sekaligus wilayah yang dipenuhi dinamika politik, konflik sosial, dan kontestasi otoritas keagamaan. Dalam situasi demikian, muncul pertanyaan penting: bagaimana para ahli hadis imigran mampu bertahan, membangun otoritas, dan menjaga integritas transmisi hadis ketika hidup di tengah lingkungan yang penuh gejolak?
Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan para periwayat hadis yang bermigrasi dari Makkah dan Madinah menuju Kufah pada abad pertama dan kedua Hijriah. Dengan pendekatan sosio-historis dan analisis ilmu al-jarḥ wa-al-taʿdīl, penelitian ini mengungkap bahwa konflik tidak selalu melahirkan keruntuhan tradisi keilmuan. Sebaliknya, konflik justru menjadi faktor yang mendorong mobilitas, memperluas jaringan transmisi, dan melahirkan bentuk-bentuk adaptasi sosial serta intelektual yang baru.
Melalui pembacaan terhadap karya-karya rijāl al-ḥadīth, sumber sejarah klasik, dan teori migrasi serta konflik sosial, buku ini menunjukkan bahwa mayoritas periwayat imigran di Kufah tetap memperoleh legitimasi kredibilitas sebagai periwayat yang dapat dipercaya. Temuan ini sekaligus menantang pandangan lama yang cenderung memberikan stigma negatif terhadap periwayat Kufah secara umum.
Lebih jauh, buku ini memperlihatkan bahwa penyebaran hadis bukan sekadar proses perpindahan ilmu, tetapi juga proses negosiasi identitas, pembentukan jaringan otoritas, dan strategi mempertahankan integritas di tengah perubahan sosial-politik. Dengan demikian, dinamika transmisi hadis tidak dapat dipahami hanya melalui teks, tetapi juga melalui pengalaman manusia yang menghidupkannya.
Ditulis dengan perspektif interdisipliner yang memadukan studi hadis, sejarah sosial, dan teori migrasi, buku ini menjadi bacaan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami bagaimana tradisi hadis tumbuh, bergerak, dan beradaptasi dalam lintasan sejarah Islam.

