Penulis: Dr. Ibnu Mukti, S.Pd.I., M.Ag.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 150 hal
Harga: 60.000
Pre Order: 25 Mei2026
HP: 08977854425
SINOPSIS
Buku Tafsir Maqāṣidi dan Moderasi Beragama di Indonesia menawarkan cara pandang baru dalam memahami Al-Qur’an di tengah dinamika keberagamaan yang semakin kompleks. Di era ketika perbedaan tafsir sering kali berujung pada polarisasi, pendekatan tafsir yang tidak hanya tekstual, tetapi juga berorientasi pada tujuan (maqāṣid), menjadi sangat relevan. Buku ini berangkat dari pertanyaan mendasar: bagaimana Al-Qur’an dapat dipahami secara kontekstual tanpa kehilangan otoritasnya, sekaligus mampu menjadi dasar bagi praktik keberagamaan yang moderat?
Tafsir maqāṣidi dalam buku ini diposisikan sebagai pendekatan yang menekankan tujuan-tujuan utama syariat, seperti keadilan, kemaslahatan, perlindungan jiwa, akal, agama, harta, dan kehormatan. Dengan pendekatan ini, penafsiran Al-Qur’an tidak berhenti pada makna literal, tetapi diarahkan pada nilai-nilai universal yang ingin diwujudkan dalam kehidupan manusia. Hal ini menjadi penting, terutama dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan keagamaan yang tinggi.
Buku ini juga mengkaji bagaimana moderasi beragama dipahami dan dipraktikkan di Indonesia. Moderasi tidak dimaknai sebagai sikap kompromistis yang mengaburkan prinsip, tetapi sebagai cara beragama yang adil, proporsional, dan menghargai perbedaan. Dalam perspektif tafsir maqāṣidi, moderasi beragama justru memiliki landasan teologis yang kuat, karena sejalan dengan tujuan syariat yang mengedepankan keseimbangan dan kemaslahatan.
Lebih jauh, buku ini mengkritisi kecenderungan tafsir yang terlalu kaku dan literal, yang sering kali mengabaikan konteks sosial dan berpotensi melahirkan sikap eksklusif. Di sisi lain, buku ini juga mengingatkan bahaya penafsiran yang terlalu bebas tanpa pijakan metodologis yang jelas. Dengan demikian, tafsir maqāṣidi ditawarkan sebagai jalan tengah yang menjaga keseimbangan antara teks dan konteks.
Dalam pembahasannya, buku ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan contoh-contoh konkret dalam isu-isu kontemporer, seperti toleransi antarumat beragama, relasi sosial, dan kehidupan berbangsa. Melalui pendekatan ini, pembaca diajak untuk melihat bahwa Al-Qur’an tidak hanya relevan sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun masyarakat yang damai dan inklusif.
Buku ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam penguatan wacana moderasi beragama di Indonesia, sekaligus memperkaya kajian tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan solutif. Dengan gaya penulisan yang analitis namun tetap komunikatif, buku ini ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin memahami hubungan antara tafsir Al-Qur’an dan praktik keberagamaan yang moderat secara lebih mendalam dan kritis.

