Penulis: Balqis Inas, M.A.
Penerbit: Cv. Abdi Fama Group
ISBN: On Proses
Jumlah halaman: 178 hal
Harga: 65.000
Pre Order: 28 Juni 2026
HP: 08977854425
Sinopsis:
Buku ini menghadirkan kajian yang mempertemukan tradisi keilmuan hadis dengan pendekatan hermeneutika modern. Buku ini berangkat dari kenyataan bahwa Taudhihul Adillah karya K.H. M. Syafi’i Hadzami merupakan salah satu karya keislaman yang berpengaruh dan menjadi rujukan masyarakat Muslim Indonesia, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan akidah, ushul, akhlak, dan praktik keagamaan. Karya tersebut berisi fatwa-fatwa yang didasarkan pada dalil Al-Qur’an dan hadis, sehingga memiliki posisi penting dalam khazanah pemikiran Islam Indonesia.
Buku ini tidak hanya menelaah kualitas hadis-hadis yang digunakan sebagai argumentasi, tetapi juga mengkaji bagaimana teks hadis dipahami, ditafsirkan, dan digunakan untuk membangun sebuah kesimpulan hukum maupun pandangan keagamaan.
Dengan memanfaatkan teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer, penulis berupaya menyingkap hubungan antara teks, tradisi, dan horizon pemahaman seorang penafsir dalam proses pembentukan makna.
Melalui analisis kritis terhadap hadis-hadis yang dikutip dalam Taudhihul Adillah, pembaca diajak memahami bahwa suatu penafsiran tidak lahir dalam ruang kosong.
Latar belakang keilmuan, tradisi mazhab, konteks sosial, dan pengalaman intelektual seorang ulama turut memengaruhi cara teks dipahami dan dihadirkan kepada masyarakat.
Dalam perspektif ini, hadis tidak hanya dibaca sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai teks yang terus berdialog dengan realitas dan kebutuhan zaman.
Lebih jauh, buku ini menguraikan bagaimana pendekatan hermeneutika dapat menjadi instrumen akademik untuk membaca ulang argumentasi hadis tanpa menghilangkan penghormatan terhadap otoritas ulama.
Kritik yang dibangun bukanlah upaya menegasikan pemikiran K.H. M. Syafi’i Hadzami, melainkan ikhtiar ilmiah untuk memahami kekuatan, relevansi, dan batas-batas argumentasi yang digunakan dalam menjelaskan persoalan keagamaan.
Pendekatan ini membuka ruang dialog antara tradisi keilmuan Islam klasik dan perkembangan metodologi kajian hadis kontemporer.
Ditulis dengan bahasa akademik yang tetap komunikatif, buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti hadis, pemerhati pemikiran Islam, serta siapa saja yang ingin memahami dinamika penafsiran hadis di tengah perubahan zaman.
Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa memahami hadis bukan sekadar mengutip teks, tetapi juga menyingkap proses dialog yang kompleks antara teks, tradisi, penafsir, dan konteks sosial yang melingkupinya. Sebuah kontribusi penting bagi pengembangan studi hadis dan hermeneutika Islam di Indonesia.

